Posts

Jika Bukan Buku, Maka Bukan Perpustakaan?

Image
by: Kurekur     Meski jaman sudah semakin canggih seperti sekarang ini, mindset orang tentang perpustakaan masih sebatas tempat jajaran rak buku. Disebutkan dalam UU No.43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, Perpustakaan didefinisikan sebagai institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Kemudian untuk koleksinya sendiri adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan.  Merujuk pada undang-undang tersebut, jadi kita harus mulai menghilangkan mindset perpustakaan yang hanya berisi buku, karena bahan pustaka yang disimpan di perpustakaan memiliki bentuk yang beragam. Seperti di Perpustakaan Goethe-Institute Jakarta yang menyediakan media dalam Bahasa Jerman dengan berbaga...

Konten Tak Melulu Tentang Judul

Image
by: Kurekur     “Buku adalah jendela dunia” kalimat tersebut dapat diartikan jika berbagai informasi dapat kita temukan melalui buku, dengan membaca. Namun di Indonesia sendiri seperti yang sering kita dengar masalah yang di hadapi adalah rendahnya minat baca masyarakatnya. Ada beberapa indikator yang menunjukkan masih rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Rendahnya budaya membaca ini juga dirasakan pada pelajar dan mahasiswa. Perpustakaan di sekolah/kampus yang ada jarang dimanfaatkan secara optimal oleh siswa/mahasiswa. Demikian pula perpustakaan umum yang ada di setiap kota/kabupaten yang tersebar di nusantara ini, pengunjungnya relatif tidak begitu banyak. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum mempunyai budaya membaca.  Bagaimana bisa melihat dunia jika untuk mencari informasinya saja malas? Salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca dimulai dengan mengenalkan anak-anak kepada hal-hal yang berkaitan dengan membaca, misalnya perpu...

Tanpa Aran

Image
by: Bee Basuki Beringsut lembut kutinggalkan tepi ranjang Tobias terbaring, setelah mengusap titik – titik keringat di keningnya yang masih terasa panas. Pendarahan di ginjalnya berangsur berkurang. Aku masih larut dalam sisa kemarahan kepada teman – temannya yang terlampau menyepelekan keadaannya 3 hari lalu saat air seninya bercampur darah. Sudah semenjak kedatangannya di Jogja beberapa hari lalu, sinusnya memburuk. Dia mengeluh sakit di kepalanya yang tidak juga mereda. Karenanya pula aku memintanya untuk tidak perlu membantuku atau lebih tepatnya tidak merecoki pekerjaanku menyiapkan peti kemas yang harus aku muat segera. Agar dia benar-benar bisa beristirahat. Ketidak-enakan hati kepada ketiga temannya yang ikut serta untuk berlibur di sini, memaksakan mengantar ketiganya berpesta hingga pagi di sebuah nite club pada malam dia mengalami pendarahan pada ginjalnya. Efek dari pemakaian narkotika yang menggila bertahun – tahun sebelum aku mengenalnya. Mungkin karena ketidak-enakan...

Bukan Karena Tikus Buta Warna

Image
by: Bee Basuki Alam dan segala isinya, flora dan faunanya, dipersiapkan sedemikian rupa sebelum penciptaan manusia oleh Sang Maha Perencana untuk mendampingi, melengkapi kewujudan manusia melaksanakan tugasnya agar mampu memenuhi  takdir tepat pada waktunya. Menjaga manusia agar terperingatkan untuk senantiasa waspada. Kupu – kupu yang mengabarkan kedatangan akan kebaikan, burung bence yang mengisyaratkan kehilangan bahkan burung kedasih yang mewartakan kedukaan. Sebagai duta dari penciptanya, mereka mengirimnya dengan bahasa mereka, sampai dan tidaknya pesan itu kepada manusia tergantung seberapa ingin dan peduli, membuka diri dan hati untuk menerimanya  sebagai pertanda dini. Pada malam yang sudah dipilihkan, di sela keriuhan malam perayaan kemenangan setelah sebulan menyimbolkan diri untuk menahan segala ingin, bermalam di tempat kelahiran, beberapa perangkat elektronik yang berbeda pemilik, berjajar di tempat yang sama, sedang diisi dayanya. Sang obat liar, the wild ...